buca escort
maltepe escort
sirnak escort izmir escort antalya escort osmaniye escort kilis escort igdir escort antalya escort adana escort aydin escort balikesir escort bursa escort canakkale escort
cialis satış cialis fiyat cialis 20 mg cialis 100 mg cialis 5 mg fiyat

viagra fiyatı

viagra 100 mg fiyat

viagra sipariş

orjinal viagra

viagra satın al

sohbet okey oyna
ankara escort marmaris escort bursa escort mersin escort antalya escort izmir escort samsun escort bodrum escort çeşme escort kuşadası escort adana escort eskişehir escort gaziantep escort esenyurt escort pendik escort tuzla escort fatih escort ümraniye escort mecidiyeköy escort kartal escort bahçelievler escort bahçeşehir escort ataşehir escort bakırköy escort nişantaşı escort avcılar escort büyükçekmece escort kurtkoy escort konya escort beşiktaş escort taksim escort beylikdüzü escort malatya escort sakarya escort şişli escort maltepe escort kadıköy escort ataköy escort bostancı escort şirinevler escort bağcılar escort üsküdar escort etiler escort başaksehir escort ortaköy escort kağıthane escort sultangazi escort halkalı escort çekmeköy escort şaşkınbakkal escort mamak escort sincan escort keçiören escort çankaya escort beypazarı escort akyurt escort pursaklar escort kahramankazan escort göztepe escort alsancak escort bornova escort buca escort karabaglar escort karşıyaka escort konak escort narlıdere escort izmit escort başiskele escort kandira escort körfez escort karamürsel escort dilovası escort gölcük escort gebze escort kocaeli escort kayseri escort elazığ escort denizli escort diyarbakir escort adana escort ankara escort izmir escort antalya escort gaziantep escort kayseri escort konya escort mersin escort denizli escort kocaeli escort diyarbakır escort
hoşgeldin bonusu veren sitelerkazandıran slot oyunlarıbetistjasminbetnxpoker.comvevobahis
v-casino.xyznxpoker.combelugabahis destek sitesibetpastipobet365

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok BBKP Tanjung Priok

Badan Karantina Pertanian
Kementerian Pertanian

CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19)
CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19)

Artikel drh. Galuh Ardhanaricwari Hanum (13 Mei 2020)

Coronavirus termasuk dalam kelompok virus RNA yang menyebabkan penyakit pada mamalia dan burung. Virus ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan tingkat keparahan berkisar dari ringan hingga mematikan pada manusia. Beberapa contoh penyakit ringan seperti kasus flu yang umum terjadi, sementara penyakit yang mematikan seperti SARS, MERS, dan COVID-19. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan vaksin atau antivirus untuk mencegah dan mengobati infeksi coronavirus manusia.

 

Coronaviruses termasuk dalam subfamily Orthocoronavirinae, family Coronaviridae, ordo Nidovirales. Coronavirus merupakan virus yang memiliki amplop dengan ssRNA dan nukleokapsid simetri heliks. Virus ini dibungkus dengan protein icosahedral. Coronavirus memiliki spikes (lonjakan) berbentuk tongkat pada permukaan virus, yang mirip dengan bentukan corona matahari pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop elektron (ME).

 

Etimologi

Nama coronavirus berasal dari bahasa Latin corona, yang berarti mahkota atau karangan bunga. Nama itu diciptakan oleh Juni Almeida dan David Tyrrell yang pertama kali mengamati dan mempelajari virus corona manusia. Nama ini mengacu pada penampilan karakteristik virion yang terlihat dengan mikroskop elektron, yang mirip dengan korona matahari atau halo. Morfologi ini terbentuk oleh lonjakan peplomer yang merupakan protein pada permukaan virus.

 

Sejarah

Coronavirus pertama kali ditemukan pada 1930 pada kasus infeksi saluran pernapasan akut pada ayam dipertenakan yang Infectious Bronchitis Virus (IBV). Pada tahun 1931, Arthur Schalk dan M.C. Hawn mengidentifikasikan adanya infeksi saluran pernapasan jenis baru pada ayam di North Dakota. Infeksi ini terjadi pada anak ayam yang baru lahir dengan gejala klinik susah bernapas dan lesu. Tingkat kematian pada anak ayam mencapai 40-90%. Enam tahun kemudian, Fred Beaudette dan Charles Hudson berhasil mengisolasi dan membudidayakan IBV yang menyebabkan penyakit pada anak ayam.

 

Coronavirus pada manusia ditemukan pada 1960, yang diisolasi menggunakan dua metode berbeda di Inggris dan Amerika Serikat. Virus ini tidak dapat dikultur menggunakan teknik standar yang digunakan untuk mengkultur rhinovirus, adenovirus dan virus flu lainnya. Pada tahun 1965, Tyrrell dan Byone berhasil mengkultur virus melalui kultur organ trakea manusia. Virus ini diinokulasi secara intranasal pada manusia sampai muncul gejala demam kemudian di inaktivasi dengan menggunakan eter.

 

Dua strain novel coronavirus B814 dan 229E berhasil diamati dengan mikroskop elektron pada tahun 1967. Mikroskop elektron menunjukkan bahwa B814 dan 229E secara morfologis terkait karena kemiripan lonjakan protein pada permukaan virus. Virus ini secara morfologis juga terkait dengan IBV. Peneliti dari National Institute of Health pada tahun yang sama mengisolasi jenis virus baru dari Coronavirus dan menamakan virus ini strain OC43. Coronavirus 229E dan OC43 terus dipelajari dalam beberapa dekade berikutnya. Coronavirus lainnya yang telah diidentifikasi pada manusia termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004, HCoV HKU1 pada 2005, MERS-CoV pada 2012, dan SARS-CoV-2 pada 2019.


Struktur

Coronavirus merupakan virus berukuran besar berbentuk bola, beberapa jenis bersifat pleomorfik dengan proyeksi permukaan bulat. Diameter rata-rata partikel virus adalah sekitar 125 nm. Diameter amplop adalah 85 nm dan panjang lonjakan pada permukaan mencapai 20 nm. Amplop virus  pada pengamatan  dengan ME berbeda dengan bungkus electron pada virus.

 

Amplop virus terdiri dari lapisan lipid ganda, yang tersusun dari protein struktural membran (M), amplop (E) dan spike (S). Rata-rata partikel coronavirus memiliki 74 spike. protein E dan M penting dalam membentuk selubung virus dan mempertahankan bentuk strukturalnya. Dalam amplop virus terdapat nukleokapsid, yang terbentuk dari protein nukleokapsid (N), yang terikat pada ssRNA  positif  tunggal yang berbentuk seperti manik-manik. Amplop, protein membran, dan nukleokapsid berfungsi untuk melindungi virus ketika berada di luar sel inang.

 

Tipe Coronavirus pada manusia

Ada tujuh tipe CoV yang dapat menginfeksi manusia, dengan empat subkelompok utama CoV: alfa, beta, gamma, dan delta. Tujuh coronavirus yang dapat menginfeksi manusia terdiri dari: (a) 229E (alpha coronavirus); (B) NL63 (alpha coronavirus); (c) OC43 (beta coronavirus); (d) HKU1 (beta coronavirus); (e) MERS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan di Timur Tengah, atau MERS); (f) SARS-CoV (beta coronavirus yang menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah, atau SARS); dan (g) SARS-CoV-2 (CoV baru atau COVID-19). Nama SARS-CoV-2 diberikan untuk mengidentifikasikan famili virus. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menggunakan nama COVID-19.

 

Penularan

Manusia yang terinfeksi menyebarkan virus ke lingkungan. Interaksi protein spike coronavirus dengan reseptor sel komplementernya sangat penting dalam menentukan infektivitas virus. Coronavirus terutama menyerang sel-sel epitel. Virus ini ditransmisikan dari satu host ke host lain, baik secara aerosol, fomite, atau rute fecal-oral. Coronavirus pada manusia menginfeksi sel-sel epitel saluran pernapasan, sedangkan coronavirus pada hewan umumnya menginfeksi epitel sel-sel saluran pencernaan. SARS coronavirus, misalnya, menginfeksi melalui rute aerosol, sel-sel epitel paru-paru manusia dengan mengikat reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Transmissible gastroenteritis coronavirus  (TGEV) menginfeksi, melalui rute fecal-oral, sel-sel epitel saluran pencernaan babi dengan mengikat reseptor alanine aminopeptidase (APN). Infeksi CoV tidak biasa terjadi di seluruh dunia. Infeksi pada umumnya dikaitkan human coronavirus 229E, NL63, OC43, dan HKU1. CoV memiliki potensi untuk bermutasi pada hewan dan menular ke manusia. Mutasi inilah yang menyebabkan kasus COVID-19, SARS-CoV, dan MERS-CoV. COVID-19 disebarkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung atau droplet pernapasan. Waktu inkubasi rata-rata adalah 4 sampai 5 hari, tetapi kemampuan untuk menularkan penyakit mencapai 14 hari.


Orign

Kelelawar dan burung, termasuk vertebrata terbang berdarah panas, yang merupakan reservoir alami yang ideal untuk coronavirus (kelelawar reservoir untuk alphacoronavirus dan betacoronavirus serta burung reservoir untuk gammacoronavirus dan deltacoronavirus). Kelelawar dan unggas memiliki jangkauan global yang cukup tinggi sehingga memungkinkan evolusi dan penyebaran luas coronavirus.

 

Coronavirus pada manusia diduga berasal dari kelelawar. Human coronavirus NL63 memiliki gen yang sama dengan coronavirus kelelawar (ARCoV.2) antara 1190–1449 CE. Human coronavirus 229E memiliki gen yang sama dengan coronavirus kelelawar (GhanaGrp1 Bt CoV). MERS-CoV pada manusia berasal dari coronavirus pada kelelawar dengan unta sebagai perantara. Beberapa jalur evolusi dan penelitian menunjukkan bahwa virus SARS hidup dalam tubuh kelelawar dalam jangka waktu lama. SARS-CoV pertama kali menginfeksi kelelawar daun hidung dari genus Hipposideridae, kemudian, menyebar ke kelelawar tapal kuda, spesies Rhinolophidae, kemudian ke musang, dan akhirnya ke manusia.

 

Tidak seperti betacoronavirus lain, bovine coronavirus dari spesies Betacoronavirus 1 dan subgenus Embecovirus diperkirakan berasal dari hewan pengerat dan bukan kelelawar. Human coronavirus OC43 selain menyebabkan infeksi pernapasa juga dapat menyebabkan penyakit neurologis.

 

Penyebab Penyakit

Coronavirus  menginfeksi saluran pernapasan bagian atas serta saluran pencernaan mamalia dan burung. Virus ini juga menyebabkan berbagai penyakit pada ternak dan hewan peliharaan. Beberpa diantaranya dapat menyebbakan penyakit penting dan dapat menyebbakan kerugian yang cukup tinggi terutama pada industri peternakan. Pada ayam, IBV tidak hanya menyerang saluran pernapasan tetapi juga saluran urogenital. Virus ini  dapat menyebar ke berbagai organ pada ayam. Coronavirus lain yang menyebabkan kerugian ekonomi cukup tinggi pada industri peternakan adalah TGE dan Bovine coronavirus yang mengakibatkan diare pada hewan yang masih muda. Feline coronavirus pada awalnya merupakan pathogen yang tidak menyebabkan penyakit serius pada kucing, namun mutasi dari virus ini dapat mengakibatkan Feline Infectious Peritonitis (FIP) dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. Ada dua jenis coronavirus yang menginfeksi musang: Ferret enteric coronavirus yang menyebabkan sindrom gastrointestinal yang dikenal sebagai epizootic catarrhal enteritis (ECE), dan versi virus sistemik yang lebih mematikan (seperti FIP pada kucing) yang dikenal sebagai ferret systemic coronavirus (FSC ).Pada canine, juga terdapat dua jenis coronavirus, satu yang menyebabkan penyakit gastrointestinal ringan dan satu yang ditemukan menyebabkan penyakit pernapasan. Mouse hepatitis virus (MHV) adalah coronavirus yang menyebabkan penyakit murine dengan mortalitas tinggi, terutama di antara koloni tikus laboratorium. Sialodacryoadenitis virus (SDAV) adalah coronavirus yang sangat menular pada tikus laboratorium, yang dapat ditularkan antara individu melalui kontak langsung dan secara tidak langsung oleh aerosol. Infeksi akut memiliki morbiditas yang tinggi untuk kelenjar saliva, lachrymal dan harderian.

 

HKU2 yang berhubungan erat dengan coronavirus pada kelelawar, merupakan penyebab swine acute diarrhea syndrome coronavirus (SADS-CoV) pada babi. Sebelum penemuan SARS-CoV, MHV adalah jenis coronavirus yang paling banyak dipelajari baik secara in vivo dan in vitro pada tingkat molekuler. Beberapa strain MHV menyebabkan ensefalitis demielinasi progresif pada tikus. Penelitian difokuskan untuk menjelaskan patogenesis virus,  terutama oleh ahli virus yang tertarik pada penyakit hewan dan zoonosis.

 

Kasus Covid-19

Kasus pertama Covid-19 terjadi pada 17 November 2019, berdasarkan laporan media tentang data pemerintah Tiongkok yang tidak dipublikasikan. South China Morning Post, menyatakan jika pihak berwenang China telah mengidentifikasi setidaknya 266 orang yang tertular virus tahun lalu dan berada dalam pengawasan medis, dan kasus yang paling awal terjadi pada 17 November, beberapa minggu sebelum pihak berwenang mengumumkan munculnya virus mirip SARS baru, muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa penderita Covid-19 yang pertama berusia 55 tahun. Dalam jangka waktu sekitar satu bulan setelah tanggal itu, satu samapi lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada tanggal 20 desember, terdapat 60 kasus yang telah terkonfirmasi.


Para peneliti mempelajari penyebaran virus yang menunjukkan kemungkinan COVID-19 berasal dari pasar hewan hidup, di Wuhan, Cina. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa COVID-19 berasal dari luar negeri. Para peneliti di Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai menerbitkan genom COVID-19 dua minggu setelah kasus dilaporkan pada akhir Desember 2019. Analisis sekuensing gen menunjukkan kekerabatan virus dengan virus yang berasal dari kelelawar. Namun hingga saat ini, belum dapat diidentifikasikan perantara yang memindahkan virus dari kelelawar ke manusia. Pada awal Februari, para peneliti Cina yang menyatakan kemungkinan spesies perantara mungkin adalah trenggiling (juga disebut trenggiling bersisik). Hingga saat ini, belum terdapat penelitian yang dapat membenarkan pernyataan tersebut. Penyebaran virus kemungkinan besar terjadi di pasar hewan hidup, merujuk kepada kejadian Severe acute respiratory syndrome (SARS) di beberapa bagian Asia, Afrika, dan Amerika latin. Penyakit ini terjadi akibat transfer virus dari kelelawar ke musang dan kemudian ke manusia. SARS terjadi pada tahun 2003, berasal dari pasar hewan mirip dengan dugaan asal Covid-19.

 

Hasil Radiografi thoraks dari lima pasien yang mengalami pneumonia berat akibat Covid-19 yang dirawat di rumah sakit antara 18 Desember dan 29 Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Cina menunjukkan kekeruhan yang menyebar pada semua pasien. Dari ke liam pasien yang dirawat, terdapat satu pasien meninggal. Hasil isolasi virus pada ke lima pasien menunjukkan adanya strain beta CoV baru yang tidak teridentifikasi. Virus hasil isolasi pada pasien memiliki 79% kemiripan nukleotida dengan SARS dan 51% miirp dengan MERS, Covid-19 menunjukkan kekerabatan yang dekat dengan SARS CoV pada kelelawar.  

 

Gejala

Gejala penyakit ini berkisar dari ringan hingga berat dan terdiri dari batuk, sesak napas, dan demam. Pasien dengan hasil skrining positif untuk pneumonia karena Covid-19 mengalami demam tinggi dan batuk terus-menerus. Gejala ini sangat mirip dengan gejala umum influenza. Pada kasus Covid-19, CT scan (computed tomography) pada dada menunjukkan kekeruhan bilateral, periferal, tidak jelas, dan ground-glass.

 

Pencegahan

Sampai dengan saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penyakit coronavirus 2019 (Covid-19). Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah menghindari terkena virus ini. Beberapa cara untuk menghindari terkena virus ini adalah: a). Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik terutama setelah Anda berada di tempat umum, atau setelah menyentuh hidung, batuk, atau bersin. b). Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Tutupi semua permukaan tangan Anda dan gosokkan semuanya sampai kering. c). Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci. d). Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit, bahkan di dalam rumah Anda. Jika memungkinkan, pertahankan jarak 6 kaki antara orang yang sakit dan anggota rumah tangga lainnya. e). Tutupi mulut dan hidung Anda dengan kain penutup wajah saat berada di sekitar orang lain. f). Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari. Ini termasuk meja, gagang pintu, sakelar lampu, countertops, gagang, meja, telepon, keyboard, toilet, keran, dan bak cuci. g). Jika permukaannya kotor, bersihkan. Gunakan deterjen atau sabun dan air sebelum desinfeksi.



Daftar Pustaka

 

Brown M. 2020. USA Today “Fact check : Coronavirus originated in China, not elsewhere, researchers and studies say. Available on : https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/03/16/coronavirus-fact-check-where-did-covid-19-start-experts-say-china/5053783002/

Bruns DP, Nina VK, Thomas RB. COVID-19: Facts, Cultural Considerations, and Risk of Stigmatization. First Published April 21, 2020. J of Transcul Nurs. https://doi.org/10.1177/1043659620917724

Centers for Disease Control and Prevention . (2020). Coronavirus update. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html

Centers for Disease Control and Prevention . (2020). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). update. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html

Centers for Disease Control and Prevention . (2020). CDC:Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). https://www.eur.army.mil/COVID-19/COVID19Archive/Article/2112260/cdc-coronavirus-disease-2019-covid-19-situation-summary/

Coronavirus. https://en.wikipedia.org/wiki/Coronavirus

Davidson H. 2020. Coronavirus Outbreak. First Covid-19 Case happened in November, China government records show-report. Available on : https://www.theguardian.com/world/2020/mar/13/first-covid-19-case-happened-in-november-china-government-records-show-report

Ren LL,Wang YM,  Wu ZQ, Xiang ZC,  Guo L., Xu T, Jiang YZ, Ziong Y, Li YJ, Li XW, Li H, Fan GH,Gu XY, Xiao Y, Gao H, Xu JY, Yang F, Wang XM, Wu C,Wei PF. (2020). Identification of a novel coronavirus causing severe pneumonia in human: A descriptive study. Chinese Medical Journal. Advance online publication. https://doi.org/10.1097/CM9.0000000000000722

Shi H, Han X, Jiang N, Cao Y, Alwalid ., Gu J, Fan Y, Zheng C. (2020). Radiological findings from 81 patients with COVID-19 pneumonia in Wuhan, China: A descriptive study. Lancet: Infectious Diseases. Advance online publication. https://doi.org/10.1016/s1473-3099(20)30086-4

 

Statistik Website
Tahun ini : 467,980
Bulan ini : 40,809
Hari ini : 1,007

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok
Jl. Enggano No 17, Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310, DKI Jakarta, Indonesia
Email: infokarantinapriok@pertanian.go.id
Telp. (021) 43800148, 43800150
Fax (021) 43902124, 43931061
SMS/WA 082311811181
Website http://tanjungpriok.karantina.pertanian.go.id/